|
Jumat, 09 Desember 2011 16:46 |
|

INTELIJEN.co.id - Setelah enam dasawarsa, pemerintah Belanda meminta maaf kepada rakyat Indonesia untuk kebrutalan tentara Belanda dalam pembataian di desa Rawagede dan memberikan kompensasi keuangan kepada para janda korban.
Pada 9 Desember 1947, lebih dari 300 tentara Belanda membantai 431 orang di desa Rawagede, ketika para tentara tersebut mengejar pemimpin pertempuran lokal, Kapten Lukas Kustario.
Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Tjeer de Zwan, menyatakan permintaan maaf pada saat upacara untuk memperingati tragedi di desa ini. Upacara dihadiri lebih dari 300 janda korban, termasuk anak-anak dan kerabat mereka.
"Atas nama pemerintah Belanda saya mohon maaf atas tragedi yang terjadi di Rawagede pada 9 Desember 1947," kata Zwan dalam sambutannya.
Duta besar mengakui bahwa tragedi tersebut telah menjadi contoh yang buruk dari hubungan kedua negara.
"Hari tragis bagi Anda semua, adalah contoh ekstrim hubungan antara Indonesia dan Belanda, menjadi kesalahan pada waktu itu," katanya.
Duta besar meminta rakyat kedua negara untuk fokus pada kerjasama masa depan yang akan membawa manfaat lebih bagi kedua negara.
"Saya berharap bahwa dengan bersama-sama merefleksikan apa yang terjadi pada hari itu kita juga akan mampu mengubah bersama-sama untuk masa depan dengan segala kesempatan melalui kerjasama yang produktif antara kedua negara kita," katanya.
|