|
Presiden SBY dan PM Timor Leste Xanana Gusmao (Foto: presidensby.info)
INTELIJEN.co.id - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan pertemuan bilateral dengan PM Timor Leste Xanana Gusmao di Ruang Bali, Bali International Convention Center, Nusa Dua, Kamis, 8 Desember 2011. Selain membahas komitmen mengembangkan demokrasi melalui Forum Demokrasi Bali atau Bali Democracy Forum (BDF), kedua pemimpin juga membicarakan peningkatan hubungan bilateral kedua negara.
"Seperti yang kita ketahui bersama, forum ini membawa banyak keuntungan baik langsung maupun tidak kepada semua partisipan," kata Presiden SBY di awal pertemuan. "Kita harus meneruskan dan menunjukan kepada dunia bahwa kiita sangat serius dan berkomitmen dalam mengembangkan demokrasi," Presiden menambahkan.
Dalam kesempatan ini, Presiden SBY ingin mendengar pendapat Xanana Gusmao mengenai kerja sama Indonesia-Timor Leste yang lebih baik lagi dan lebih efisien di masa datang. "Dua minggu lalu saat bertemu dengan Presiden Ramos Horta saya berjanji untuk terus meningkatkan kerja sama," kata SBY.
"Saya akan mengutus Menko Perkonomian dan delegasi agar mengunjungi Timor Leste untuk menemukan agenda yang konkret bagi kerja sama ekonomi kita," ujar Presiden SBY, yang dalam pertemuan ini didampingi Menesesneg Sudi Silalahi, Menlu Marty Natalegawa, Menperin MS Hidayat, dan Seskab Dipo Alam.
Usai melakukan pertemuan dengan PM Xanana Gusmao, Presiden SBY juga menerima PM Qatar Sheikh Hamad Bin Jassim Bin Jabr Al-Thani, Presiden Srilanka Mahinda Rajapakse, dan PM Mongolia Sükhbaataryn Batbold secara berturut-turut, di Ruang Frangipani, BICC.
Forum Demokrasi Bali (BDF) adalah forum antarpemerintah yang pertama tentang demokrasi di Asia, dan kini telah tumbuh menjadi forum utama di kawasan.
Presiden SBY dalam sambutan pembukaannya mengatakan, Forum Demokrasi Bali telah berkembang dari 39 negara peserta dan organisasi internasional pada saat pertama kali digelar tahun 2008 menjadi 82 pada saat ini. Kepala negara dan kepala pemerintahan yang hadir tahun ini sebanyak delapan orang, padahal tahun lalu hanya tiga orang.
Menurut Presiden, BDF telah menjadi forum utama di kawasan untuk berbagi pandangan konstruktif, ide, dan pengalaman tentang demokrasi tanpa penilaian dan paksaan.
"Kami menyediakan ruang bagi setiap orang untuk mengambil bagian tanpa beban presentasi," Presiden menambahkan.
Di Asia Tenggara, Myanmar telah menggelar pemilihan umum pertamanya dan sekarang mengembangkan transisi politik sebagai bagian dari jalan menuju demokrasi. Dalam hal ini Presiden SBY menyatakan dukungannya. Myanmar terus memajukan reformasi dan pembanguna demokrasi, terutama untuk mencapai perdamaian dan rekonsiliasi.
Perkembangan yang paling signifikan adalah peristiwa di Afrika Utara dan Timur Tengah atau yang sekarang dikenal dengan 'Musim Semi Arab' arau 'Arab Spring'. Di kawasan ini telah terjadi perubahan politik yang cepat dan tidak satupun dapat terprediksi.
Sumber: presidenri.go.id
|