Selasa, 22/05/2012 12:37 WIB

Intelijen

Home Warta Respon Persaingan Regional, Arab Saudi Pertimbangkan Miliki Senjata Nuklir
Respon Persaingan Regional, Arab Saudi Pertimbangkan Miliki Senjata Nuklir
Kamis, 08 Desember 2011 15:22

Pangeran Turki al-Faisal (Foto: AFP)Pangeran Turki al-Faisal (Foto: AFP)

INTELIJEN.co.id - Mantan kepala intelijen Arab Saudi, Pangeran Turki al-Faisal, mengatakan pada Senin, 5 November 2011, bahwa negaranya mempertimbangkan upaya memperoleh senjata nuklir dalam mengimbangi persaingan regional antara Israel dan Iran.

"Upaya kami dan internasional telah gagal untuk meyakinkan Israel untuk meninggalkan senjata pemusnah massal, serta Iran. Karena itu, adalah tugas kita terhadap bangsa dan masyarakat kita untuk mempertimbangkan semua kemungkinan pilihan, termasuk kepemilikan senjata nuklir," kata Faisal dalam sebuah forum keamanan di Riyadh, sebagaimana dilaporkan AFP.

"Sebuah bencana (nuklir) yang menimpa salah satu dari kita akan mempengaruhi kita semua," kata Faisal.

Israel diketahui secara luas memiliki ratusan rudal nuklir, yang tidak ditegaskan atau disangkal. Sementara Barat, menuduh Iran berusaha membuat bom atom, tuduhan yang ditolak oleh republik Islam itu.

Riyadh, yang telah berulang kali menyuarakan kekhawatiran tentang ancaman nuklir yang ditimbulkan oleh Iran yang didominasi Syiah, dan mencela kamampuan atom Israel, telah meningkatkan upaya negara ini untuk mengembangkan sendiri tenaga nuklirnya untuk "tujuan damai".

Abdul Ghani Malibari, koordinator badan nuklir sipil Saudi, mengatakan pada Juni bahwa Riyadh berencana untuk membangun 16 reaktor nuklir sipil dalam dua dekade mendatang dengan biaya 300 miliar riyal atau 80 miliar dolar Amerika Serikat.

Dia mengatakan kerajaan Sunni akan menyampaikan undangan internasional untuk tender reaktor-reaktor itu yang digunakan dalam pembangkit listrik dan desalinasi di kerajaan padang pasir ini.

PBB telah menjatuhkan paket sanksi yang berurutan terhadap Teheran karena penolakannya untuk menangguhkan pengayaan uranium. Langkah ini telah didukung oleh sanksi sepihak negara-negara Barat.


 
Pemerintah AS Sedang Upayakan Referendum bagi Papua
INTELIJEN.co.id - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Marty Natalagewa harus menyataka
Grup AS dalam Pemerintahan SBY
INTELIJEN.co.id - Wikileaks merilis bocoran terbaru kawat-kawat berita dari pos Kedutaan Besar Amer
Jerusalem Center, Minta Cina dan Rusia Cegah Rencana Serangan Israel ke Iran
INTELIJEN.co.id - Dalam beberapa minggu terakhir ini, berbagai artikel dan analisis di media-media
Konflik Freeport, di Tengah Usaha Renegosiasi Kontrak Tambang
INTELIJEN.co.id - Asap hitam membubung di langit Timika, papua. Penerbangan dari dan menuju Bandara
Poin Pidato Kenegaraan Presiden SBY, Jelang 17 Agustus 2011
INTELIJEN.co.id - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini tadi, Selasa 16 Agustus 2011, menyampa
Banner
Banner