|
Kamis, 08 Desember 2011 15:22 |
|
Pangeran Turki al-Faisal (Foto: AFP)
INTELIJEN.co.id - Mantan kepala intelijen Arab Saudi, Pangeran Turki al-Faisal, mengatakan pada Senin, 5 November 2011, bahwa negaranya mempertimbangkan upaya memperoleh senjata nuklir dalam mengimbangi persaingan regional antara Israel dan Iran.
"Upaya kami dan internasional telah gagal untuk meyakinkan Israel untuk meninggalkan senjata pemusnah massal, serta Iran. Karena itu, adalah tugas kita terhadap bangsa dan masyarakat kita untuk mempertimbangkan semua kemungkinan pilihan, termasuk kepemilikan senjata nuklir," kata Faisal dalam sebuah forum keamanan di Riyadh, sebagaimana dilaporkan AFP.
"Sebuah bencana (nuklir) yang menimpa salah satu dari kita akan mempengaruhi kita semua," kata Faisal.
Israel diketahui secara luas memiliki ratusan rudal nuklir, yang tidak ditegaskan atau disangkal. Sementara Barat, menuduh Iran berusaha membuat bom atom, tuduhan yang ditolak oleh republik Islam itu.
Riyadh, yang telah berulang kali menyuarakan kekhawatiran tentang ancaman nuklir yang ditimbulkan oleh Iran yang didominasi Syiah, dan mencela kamampuan atom Israel, telah meningkatkan upaya negara ini untuk mengembangkan sendiri tenaga nuklirnya untuk "tujuan damai".
Abdul Ghani Malibari, koordinator badan nuklir sipil Saudi, mengatakan pada Juni bahwa Riyadh berencana untuk membangun 16 reaktor nuklir sipil dalam dua dekade mendatang dengan biaya 300 miliar riyal atau 80 miliar dolar Amerika Serikat.
Dia mengatakan kerajaan Sunni akan menyampaikan undangan internasional untuk tender reaktor-reaktor itu yang digunakan dalam pembangkit listrik dan desalinasi di kerajaan padang pasir ini.
PBB telah menjatuhkan paket sanksi yang berurutan terhadap Teheran karena penolakannya untuk menangguhkan pengayaan uranium. Langkah ini telah didukung oleh sanksi sepihak negara-negara Barat.
|