|
Senin, 05 Desember 2011 11:48 |
|
Australia, negara pengekspor uranium terbesar ketiga di dunia (Foto: Istimewa)
INTELIJEN.co.id - Partai Buruh yang berkuasa Australia telah menyetujui rencana untuk membuka penjualan uranium ke India, kekuatan yang sedang muncul di Asia Selatan.
Hanya, ada kesenjangan yang mendalam di internal pemerintah Australia mengenai perjanjian bilateral nuklir, terkait posisi India yang bukan termasuk pendukung Perjanjian Non-Proliferasi nuklir. Menteri Pendidikan Sekolah, Peter Garrett, menyerukan untuk menentang rencana itu.
Namun, Perdana Menteri Australia, Julia Gillard, berjanji bahwa Perdana Menteri akan mendorong perubahan dalam kebijakan uranium selama pembicaraan mereka pada KTT ASEAN baru-baru ini.
Langkah yang dilakukan Australia ini menyusultengara adanya kesepakatan Amerika Serikat yang mendukung program nuklir sipil di India, yang ditandatangani pada 2008.
Sebelumnya pada sekitar pertengahan November telah muncul kontroversi yang luas di publik Australia terkait isu penjualan nuklir tersebut, menyusul sebuah surat yang dikeluarkan Gillard agar Australia menncabut larangan ekspor nuklir ke India.
Perdana Menteri menulis, bahwa sudah waktunya Australia membuka pasar uranium ke kekuatan-kekuatan yang sedang muncul. Australia sendiri merupakan eksportir uranium terbesar ketiga di dunia, namun blok pembangunan nuklirnya hanya sekedar menyumbang 755 juta dolar AS untuk ekonomi negara.
Pemerintah Gillard sekarang akan berusaha untuk mengubah hal itu.
|