|
Kamis, 01 Desember 2011 13:48 |
|
Foto: Xinhua
INTELIJEN.co.id - Juru bicara Kementerian Pertahanan Cina pada Rabu, 30 November 2011, mengecam keputusan Amerika Serikat untuk memperkuat aliansi militer dengan Australia.
"Setiap konsolidasi atau ekspansi dari sebuah aliansi militer yang dicontohkan dalam sejarah, adalah model Perang dingin," kata Juru Bicara Yansheng Geng pada konferensi pers bulanan, sebagaimana dilaporkan Xinhua.
Dikatakan Yansheng, pergerakan itu berjalan kontras dengan kecenderungan saat ini untuk perdamaian dan kerjasama. Aliansi itu juga tidak membantu dalam membangun saling percaya dan kerjasama antara negara-negara regional dan akan merusak kepentingan bersama mereka.
Menurutnya, setiap teori militer lainnya yang bertujuan memprovokasi konfrontasi dan menjaga salah satu keamanan dengan harga lain, adalah suatu kemunduran berpikir.
Seperti diketahui, selama kunjungan Presiden AS, Barack Obama, ke Australia pada minggu ketiga November, kedua negara sepakat untuk meningkatkan inisiatif militer bersama dalam rangka memperluas aliansi mereka.
Dalam konferensi pers bersama, Obama menyatakan rencana untuk memperkuat kehadiran militer AS di darwin dengan 2500 marinir hingga 2017 yang akan ditempatkan wilayah utara Australia. Juga berbagai jet AS, termasuk pembom B-52, yang akan terbang keluar dari pangkalan resmi di Darwin.
Di depan anggota parlemen dan senator, Obama juga mengatakan bahwa Ia telah mengarahkan tim keamanan nasional agar kehadiran AS dan misi di kawasan Asia-Pasifik menjadi prioritas utama.
Alasan misi di Asia Pasifik, dijelaskan Obama, adalah dalam rangka menyambut kebangkitan Cina sebagai kekuatan ekonomi dan militer dunia. Tetapi, Ia mengatakan akan memperdalam hubungan antara militer AS dan Cina untuk menghindari kesalahpahaman.
|