|
Meir Dagan (Foto: Haaretz)
INTELIJEN.co.id - Mantan Kepala Mossad, Meir Dagan, mengatakan dalam sebuah wawancara televisi pada hari Selasa bahwa jika Israel menyerang Iran, maka akan terseret ke dalam perang regional.
Menurut Dagan, Iran, Hizbullah dan Hamas akan merespon dengan serangan roket besar-besaran terhadap Israel. Dalam skenario itu, Suriah dapat bergabung dalam keributan, Dagan mengatakan dalam program televisi "Uvda", sebagaimana diporkan Haaretz.
Dagan, menjadi topik pembicaraan publik akhir-akhir ini, setelah ia dikritik karena berbicara ke luar, yang mengatakan bahwa Perdana Menteri, Menteri Pertahanan dan Menteri Keuangan tidak dapat mencegahnya untuk menyatakan pikirannya.
"Kita tidak hidup di negara yang tidak demokratis. Di negara-negara demokratis, bahkan orang seperti saya memiliki hak untuk mengekspresikan pendapat," kata Dagan.
Dagan menambahkan bahwa perang seperti itu akan membawa korban yang berat dalam hal hilangnya nyawa dan akan melumpuhkan kehidupan di Israel. Hal tersebut sebagai respons terhadap pernyataan terbaru Menteri Pertahanan Ehud Barak, di mana ia mengklaim bahwa jika perang pecah antara Israel dan Iran, akan mengakibatkan tidak lebih dari 500 orang Israel tewas.
"Perang adalah bukan piknik, tapi dalam skenario apapun tidak akan ada 50 ribu atau 5.000 atau bahkan 500 orang mati," kata Barak kepada Radio Israel dalam sebuah wawancara tiga minggu lalu, 8 November 2011.
Barak juga menyerang Dagan yang berbicara ke luar mengenai isu Iran.
"Cara di mana diskusi ini telah berlangsung, termasuk dengan mereka yang sebelumnya memegang jabatan tinggi, kadang-kadang tercela," kata Barak.
Barak menambahkan, bahwa pernah terjadi sebelumnya Ketika Kepala Mossad membawa wartawan ke markas Mossad dan menginstruksikan mereka untuk menentang perdana menteri.
Menurut Barak, hal itu adalah perilaku yang sangat serius, yang ia berharap agar Dagan dapat bertindak cerdas, tanpa manipulasi.
Diumumkan sebelumnya, pada Selasa, 29 November 2011, bahwa Dagan akan memimpin sebuah kelompok yang berusaha mengubah sistem pemerintahan di Israel.
Maariv melaporkan, Selasa, bahwa kelompok ini beroperasi tanpa banyak publisitas, didukung oleh sekelompok pemimpin di bidang bisnis, budaya dan hukum yang sudah mulai mengumpulkan dana.
Mantan Kepala Staf angkatan bersenjata Israel atau Israel Defence Force (IDF), Amnon Lipkin-Shahak, pengusaha Gad Zeevi, dan Profesor Uriel Reichman dari Herliya Interdisciplinary Center President sudah bergabung dengan grup baru tersebut.
|