Selasa, 22/05/2012 12:23 WIB

Intelijen

Home Warta Pakistan Putuskan Boikot Konferensi Bonn
Pakistan Putuskan Boikot Konferensi Bonn
Rabu, 30 November 2011 14:50

Pertemuan Kabinet Federal Pakistan (Foto: APP)Pertemuan Kabinet Federal Pakistan (Foto: APP)

INTELIJEN.co.id - Kabinet Federal Pakistan pada Selasa, 29 November 2011, memutuskan untuk memboikot Konferensi Bonn yang akan membahas tentang Afghanistan. Keputusan itu sebagai bentuk protes atas serangan udara NATO/ISAF yang menewaskan sedikitnya 24 tentara Pakistan baru-baru ini.

Konferensi Bonn akan dilaksanakan pada 5 Desember 2011, untuk membahas masa depan Afghanistan pasca penarikan pasukan NATO/ISAF dari wilayah konflik itu, dan kemungkinan pembicaraan dengan Taliban.

Sebelumnya, Pakistan memutuskan untuk mengirim Menteri Luar Negeri Hina Rabbani Khar ke konferensi yang akan dihadiri oleh perwakilan dari hampir 100 negara dan organisasi internasional.

Pertemuan Kabinet Federal yang dipimpin Perdana Menteri Syed Yusuf Raza Gilani diselenggarakan terutama untuk membahas soal serangan NATO/ISAF pada pos Pakistan di wilayah kesukuan Mohmand yang berbatasan dengan Afghanistan.

Kabinet menghargai keputusan Komite Pertahanan Kabinet atau the Defence Cabinet Committee (DCC) yang memberikan persetujuan untuk keputusan-keputusan yang mencakup penutupan jalur pasokan logistik NATO/ISAF dan meminta Amerika Serikat untuk mengosongkan Pangkalan Udara Shamsi dalam waktu lima belas hari.

Kabinet federal juga memutuskan untuk tidak berpartisipasi dalam Konferensi Bonn yang diadakan di Bonn pada tanggal 5 Desember, untuk memprotes serangan oleh NATO/ISAF di posting Pakistan.

Setelah pembahasan yang luas, kabinet secara bulat menghargai inisiatif cepat dari Perdana Menteri untuk mengadakan pertemuan darurat DCC, Memberlakukan pernyataan dan keputusan dari rapat darurat DCC.

Kabinet juga menyetujui keputusan DCC untuk meninjau kerjasama Pakistan dengan AS/NATO/ISAF dan menyesalkan kejadian itu, meskipun Pakistan terus berupaya untuk memainkan peran positif bagi stabilitas dan perdamaian dalam melawan terorisme dan militansi di kawasan itu.

Kabinet berpandangan bahwa tindakan seperti serangan NATO/ISAF bertentangan dengan semangat kemitraan. Perdana Menteri Gilani juga mendapat kepercayaan kabinet untuk merujuk kejadian ini kepada Komite Keamanan Nasional Parlemen.

Diputuskan bahwa rekomendasi dari Komite Parlemen akan diserahkan sebelum sidang gabungan Parlemen.

Kabinet menyerukan kepada masyarakat internasional untuk meminta tanggung jawab akibat serangan tersebut yang merupakan pelanggaran prinsip-prinsip Piagam PBB, hukum internasional dan bisa berakibat serius bagi perdamaian dan keamanan regional.

Kabinet mengatakan hal itu penting bahwa semua pihak menyadari kegawatan situasi dan dapat sepenuhnya menahan diri.

Kabinet Pakistan menegaskan kembali, dukungan untuk stabilitas dan perdamaian di Afghanistan dan pentingnya sebuah kepemimpinan Afghanistan, proses rekonsiliasi yang dimiliki Afghanistan, dan menyatakan harapan bahwa komunitas internasional akan menegaskan kembali dukungan untuk perdamaian dan pembangunan di Afghanistan pada Konferensi Bonn mendatang, demikian dilaporkan The Associated Press of Pakistan (APP).


 
Pemerintah AS Sedang Upayakan Referendum bagi Papua
INTELIJEN.co.id - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Marty Natalagewa harus menyataka
Grup AS dalam Pemerintahan SBY
INTELIJEN.co.id - Wikileaks merilis bocoran terbaru kawat-kawat berita dari pos Kedutaan Besar Amer
Jerusalem Center, Minta Cina dan Rusia Cegah Rencana Serangan Israel ke Iran
INTELIJEN.co.id - Dalam beberapa minggu terakhir ini, berbagai artikel dan analisis di media-media
Konflik Freeport, di Tengah Usaha Renegosiasi Kontrak Tambang
INTELIJEN.co.id - Asap hitam membubung di langit Timika, papua. Penerbangan dari dan menuju Bandara
Poin Pidato Kenegaraan Presiden SBY, Jelang 17 Agustus 2011
INTELIJEN.co.id - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini tadi, Selasa 16 Agustus 2011, menyampa
Banner
Banner