|
Letnan jenderal Marciano Norman (Foto: puslatpur.mil.id)
INTELIJEN.co.id - Penambahan pasukan militer Amerika Serikat di Australia, menurut Kepala Badan Intelijjen Negara (BIN), Marciano Norman, tidak akan mengganggu konstelasi politik dan juga keutuhan NKRI.
Menurut Kepala BIN yang diangkat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II itu, keputusan penempatan pasukan tersebut harus dihormati.
"Penempatan Pasukan Amerika di Darwin, Presiden telah menyampaikan pandangannya, bahwa kita harus menghormati keputusan tersebut. Kita juga harus berpikir positif bahwa itu adalah untuk kepentingan kemanusiaan dan untuk kepentingan yang bermanfaat menanggulangi bencana," jelasnya di Gedung DPR, Jakarta, Selasa 29 November 2011, seperti ditulis situs berita itoday.co.id.
Lebih lanjut Norman mengatakan, Presiden SBY sudah menegaskan bahwa keberadaan pasukan AS tersebut tidak akan menganggu keutuhan NKRI, oleh karena itu masyarakat harus yakin dengan hal itu dan harus berpikir positif.
"Kita berpikir positif. Kita harus yakin bahwa itu tidak mengganggu kita. Karena Presiden sudah menyampaikan seperti itu, kita harus yakin," paparnya.
Amerika Serikat telah menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran pangkalan militernya di Darwin, Australia. Hal itu diumumkan Presiden barack Obama dan Perdana Menteri Australian Julia Gillard di Canberra, Rrabu, 17 November 2011.
Obama menyatakan untuk memperkuat kehadiran militer AS di Darwin, dengan 2500 marinir hingga 2017 yang akan ditempatkan wilayah utara Australia. Juga berbagai jet AS, termasuk pembom B-52, yang akan terbang keluar dari pangkalan resmi di Darwin.
Sebelumnya, beberapa anggota Komisi I DPR, megkritisi soal rencana AS memperkuat peran pangkalan militernya di Darwin tersebut, yang posisi dan skala operasinya cukup dekat dengan wilayah Indonesia.
|