Selasa, 22/05/2012 12:20 WIB

Intelijen

Home Warta BIN: NKRI Tidak Akan Terganggu dengan Adanya Pasukan AS di Australia
BIN: NKRI Tidak Akan Terganggu dengan Adanya Pasukan AS di Australia
Selasa, 29 November 2011 18:53

Letnan jenderal Marciano Norman (Foto: puslatpur.mil.id)Letnan jenderal Marciano Norman (Foto: puslatpur.mil.id)

INTELIJEN.co.id - Penambahan pasukan militer Amerika Serikat di Australia, menurut Kepala Badan Intelijjen Negara (BIN), Marciano Norman, tidak akan mengganggu konstelasi politik dan juga keutuhan NKRI.

Menurut Kepala BIN yang diangkat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II itu, keputusan penempatan pasukan tersebut harus dihormati.

"Penempatan Pasukan Amerika di Darwin, Presiden telah menyampaikan pandangannya, bahwa kita harus menghormati keputusan tersebut. Kita juga harus berpikir positif bahwa itu adalah untuk kepentingan kemanusiaan dan untuk kepentingan yang bermanfaat menanggulangi bencana," jelasnya di Gedung DPR, Jakarta, Selasa 29 November 2011, seperti ditulis situs berita itoday.co.id.

Lebih lanjut Norman mengatakan, Presiden SBY sudah menegaskan bahwa keberadaan pasukan AS tersebut tidak akan menganggu keutuhan NKRI, oleh karena itu masyarakat harus yakin dengan hal itu dan harus berpikir positif.

"Kita berpikir positif. Kita harus yakin bahwa itu tidak mengganggu kita. Karena Presiden sudah menyampaikan seperti itu, kita harus yakin," paparnya.

Amerika Serikat telah menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran pangkalan militernya di Darwin, Australia. Hal itu diumumkan Presiden barack Obama dan Perdana Menteri Australian Julia Gillard di Canberra, Rrabu, 17 November 2011.

Obama menyatakan untuk memperkuat kehadiran militer AS di Darwin, dengan 2500 marinir hingga 2017 yang akan ditempatkan wilayah utara Australia. Juga berbagai jet AS, termasuk pembom B-52, yang akan terbang keluar dari pangkalan resmi di Darwin.

Sebelumnya, beberapa anggota Komisi I DPR,  megkritisi soal rencana AS memperkuat peran pangkalan militernya di Darwin tersebut, yang posisi dan skala operasinya cukup dekat dengan wilayah Indonesia.


 
Pemerintah AS Sedang Upayakan Referendum bagi Papua
INTELIJEN.co.id - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Marty Natalagewa harus menyataka
Grup AS dalam Pemerintahan SBY
INTELIJEN.co.id - Wikileaks merilis bocoran terbaru kawat-kawat berita dari pos Kedutaan Besar Amer
Jerusalem Center, Minta Cina dan Rusia Cegah Rencana Serangan Israel ke Iran
INTELIJEN.co.id - Dalam beberapa minggu terakhir ini, berbagai artikel dan analisis di media-media
Konflik Freeport, di Tengah Usaha Renegosiasi Kontrak Tambang
INTELIJEN.co.id - Asap hitam membubung di langit Timika, papua. Penerbangan dari dan menuju Bandara
Poin Pidato Kenegaraan Presiden SBY, Jelang 17 Agustus 2011
INTELIJEN.co.id - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini tadi, Selasa 16 Agustus 2011, menyampa
Banner
Banner