August 1, 2014

Ministry of National Security, Azerbaijan: Ungkap Kelompok Radikal Jaringan Al Qaeda (2)

Kelompok Islam Radikal, Ilustrasi (Istimewa)

Kelompok Islam Radikal, Ilustrasi (Istimewa)

INTELIJEN.co.id – Keberadaan dan aktifitas kelompok Islam Salafi di Azerbaijan sudah berlangsung selama lima generasi. Selama jangka waktu tersebut, kelompok ini memiliki reputasi cukup baik, tidak ada sama sekali memiliki hubungan dengan jaringan teroris dunia.

Setelah kejadian “9/11″, banyak laporan dan artikel di media massa setempat menyatakan, bahwa kelompok ini adalah bagian dari jaringan terorisme global yang berkaitan dengan Al-Qaeda dan Al-Jihad.

Pada kenyataannya, hanya sebagian kecil saja anggota kelompok Salafi di Azebaizan yang beraliran radikal. Karena, kegiatan kelompok ini hanya di seputaran masjid.

Selain itu, kelompok salafi hanya akan bergerak sesuai dengan perintah tokoh karismatik mereka.

Anggota yang radikal, biasanya membentuk kelompok sendiri dan memperoleh dukungan dana dari luar negeri.

Hal ini kontras dengan kelompok teroris klasik, anggota militan Salafi tidak memiliki struktur organisasi dalam kelompoknya. Mereka lemah, kurang komunikasi dan terpusat pada ketua kelompoknya.

Beberapa kelompok militan radikal yang berasal dari kelompok Salafi telah bermunculan selama dekade 90-an. Beberapa telah hancur sebelum insiden 9/11, beberapa lainnya masih eksis sampai sekarang dan diawasi oleh Ministry of National Security.

Kelompok pertama adalah organisasi Jeyshullah (Prajurit Allah), sebuah kelompok radikal yang didirikan oleh pembelot pegawai kementerian dalam negeri bernama Mubariz Aliyev pada 1995.

Tujuan utama dari kelompok ini adalah memerangi para misionaris yang menyebarkan agamanya dan kelompok non Islam di Azerbaijan. Untuk tujuan itu, anggota kelompok Jeyshullah menerima pelatihan militer di Chechnya.

Sejumlah aksi teror dilakukan oleh kelompok ini antara 1997 hingga 1999. Di dalamnya termasuk pembunuhan berantai dan penyerangan terhadap sebuah kuil dan European Bank for Reconstruction and Development (EBRD).

Anggota Jeyshullah kemudian ditangkap pada 1999 dan diadili pada 2000. Pemimpin kelompok ini Mubariz Aliyev dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dan dua belas anggota lainnya dijatuhi hukuman penjara antara empat tahun hingga tiga belas tahun.

Selain Mubariz Aliyev pendiri Jeyshullah, masih ada anggota Salafi garis keras bernama Kanan Shabanov. Ia adalah pemimpin kelompok Jihad Salafi.

Kelompok ini merekrut selusin warga Azerbaijan, untuk berpartisipasi dalam gerakan jihad menentang okupasi Rusia pada 2001.

Selusin warga Azerbaijan ini kemudian dilatih di Georgia, dan ikut berpartispasi dalam aksi militer melawan pasukan Rusia di Chechnya.

Shabanov dan kelompoknya tertangkap dan dikirim ke penjara pada 2002 lalu, dengan masa hukuman bervariasi.

Hasil paling sahih penyelidikan Ministry of National Security, adalah mengungkap para anggota Salafi radikal yang memiliki jaringan dengan kelompok Al-Qaeda, yakni Amiraslan Iskenderov, Kamran Asadov dan Abu Jafar.

Amiraslan Iskenderov adalah ketua dari geng Salafi. Ia mendapatkan pelatihan khusus dari kelompok Al-Qaeda, tentang begaimana menggunakan dan membuat bom di Afghanistan.

Selain itu, ia juga mendapatkan pelatihan untuk mengorganisir massa untuk membunuh seseorang di area publik.

Iskederov kembali ke Azerbaijan untuk mengorganisir aksi teror dan menyiarkan propaganda anti pemerintah di kalangan pemuda dan kaum minoritas. Ia juga merekrut beberapa gadis muda yang memiliki sikap ekstrim, untuk melakukan bom bunuh diri.

Kelompok ini menyiapkan sebuah pernyataan untuk kepentingan Al-Qaeda, dengan mengancam pemerintah Azerbaijan melalui serangkaian aksi bom di kota Baku.

Berdasarkan keterangan dari Ministry of National Security, tujuan utama kelompok teroris ini adalah memaksa pemerintah Azerbaijan, untuk mengubah rezim sekuler dan demokratis, dan menghentikan koalisi anti teroris.

Namun pada akhirnya, kelompok ini tertangkap dan semua anggotanya di penjara.

Para pemimpin kelompok garis keras di Azerbaijan memiliki latar belakang yang bervariasi. Kamran Asadov sendiri adalah mantan perwira Angkatan Bersenjata Azerbaijan.

Setelah bergabung dengan kelompok Salafi garis keras, Kamran memilih desersi dan sempat membawa senapan otomatis, sebuah senapan mesin, dua puluh granat dan sejumlah amunisi.

Pada akhir Oktober 2007, ia beserta kelompoknya melakukan penyerangan bersenjata ke kilang gas Lukoil, dalam serangan itu seorang petugas terluka.

Menurut Ministry of National Security Axerbaijan. Kelompo ini merencanakan penyerangan Kedutaan Besar AS dan Inggris. Namun, sebelum menjalankan misi tersebut, pada awal Nopember 2007, Asadov dan semua anggota kelompoknya ditangkap.

Terakhir adalah Abu Jafar, seorang warga Arab misterius yang mendirikan kelompok Salafi radikal. Sayang tidak banyak informasi mengenai Abu Jafar.

Menurut Ministry of National Security, Abu Jafar memiliki hubungan dengan jaringan organisasi teroris Al-Qaeda dan Al-Jihad.

Namun, keberlangsungan kelompok radikal ini tidak terlalu lama. Tidak seberapa lama setelah Ministry of National Security berhasil mengendus keberadaan mereka, Abu Jafar dan tujuh anggota kelompoknya dimasukkan ke dalam penjara (MSP).

Share Button